Kamis, 29 Mei 2008

by : MaS DoNi

Bidadari...

Tersenyumlah selalu...
Pancarkan cahaya hatimu...
Meski letih menderamu...
dan dunia seakan runtuh...


Jangan kalah dengan matahari...
tunjukkan bahwa engkau juga mampu...
bersinar...
terangi Bumi...

yakinlah pada sayapmu...
pada mimpi yang kau rajut...
hingga esok kan datang...
hingga semburat jingga merona...
menyapamu...

apapun yang terjadi...
hidup ini indah...
karena bersumber dari Yang Maha Indah...
.............................................
........:)

Selasa, 27 Mei 2008

SaLSaBiLa

langkahku telah klimaks
inginku tata rima yang ada
namun ini terlalu pekat..!!
lorong ini terlalu jauh untuk ditempuh
terlalu panjang untuk menggapai jingga yang bercahaya

Photobucket

sentuhlah aku wahai musa'ada..!!
karena diri ini telah berhijab
tuntun aku menghirup harumnya maktab
hingga aku seperti SALSABILA
yang tak pernah lelah menyejukkan kalbu

bawa aku gapai satu hati
yang akan setia mengiringi langkah ini
sambut diriku

YA HABIBI...

Jumat, 23 Mei 2008

ucapkan pisah...

yang kuinginkan sekarang adalah
mengatakan satu hal
yang hanya bisa kukatakan pada saat perpisahan
ketika air mata kucoba untuk ku tahan
ketika semua kesedihan tidak terlepaskan

mungkin kita takkan bertemu lagi
tetapi kita tak bisa mengerti kehendak TUHAN
perpisahan bukan berarti selamat tinggal
melainkan cukup sampai jumpa yang penuh harap

aku ingin katakan perasaanku pada ombak
mungkin pasir dipantai, atau hembusan angin laut
aku ingin ucapkan selamat tinggal tanpa berhenti berharap
walaupun aku tak tahu mungkinkah ini harapan nyata..??

Senin, 19 Mei 2008

selamanya...

semua sudah menjadi klimaks
diantara warna yang bias
hadirmu yang pernah ada
harus menjadi sebuah masa lalu
walaupun aku tau
tak mudah untuk melepasmu

mungkin CINTA ini...
tak semerdu kumandang adzan
tak selembut alunan dzikir
tak seharum permadani maktab
dan
tak seindah cahaya syurga

namun aku yakin...
CINTA ini akan selalu ada
untuk kita
selamanya...

Sabtu, 17 Mei 2008

sesal kita...

setitik guratan tintaku atas lembar usang
telah memekik pandangmu,
telah mencabik batinmu,
hingga menghardik jiwamu.
aku tau gulanamu,
aku tau gundahmu.
tapi...
aku tak tau liar guratanku
...MAAF...
hanya itu kata yang ku miliki
menuju lepasnya seonggok sesalku
dan
menunggu kembali kilau auramu
saat itu...
aku sadar salahku
saat itu...
kau pun sadar salahmu
MAAF kan aku teman
bebaskan sesal kita